Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Mempolitikkan Agama

Politik agama sama-sama menguntungkan yang menyerang dan yang diserang dan sama-sama merugi juga. Politik agama bisa dimulai dari korban yang memancing serangan, agar dapat diuntungkan. Atau dimulai dari penyerang untuk merugikan korban. Cara yang pertama yang sulit dilihat. Semua Negara, Ideologi dan Parpol Mempolitikkan Agama... Baca Di Sini

Judge backs U.S. right to seize Manhattan building allegedly controlled by Iran

Jumat, 20 September 2013


The United States is set to seize control of a midtown Manhattan skyscraper prosecutors claim is secretly owned by Iran, the U.S. justice department said, though the ruling is to be appealed, AFP reported.

According to the report, a federal judge ruled in favor of the government's legal case this week, claiming that the 36-storey Piaget Building's owners had violated Iran sanctions and money laundering laws.

Manhattan Federal Prosecutor Preet Bharara said the decision upheld the justice department claims that the owner of the building "was (and is) a front for Bank Melli, and thus a front for the Government of Iran".

Prosecutors allege that the building's owners, the Alavi Foundation and Assa Corporation, transferred rental income and other funds to Iran's state-owned Bank Melli.

Alavi also ran a charitable organization for Iran and managed the building for the Iranian government, the statement said.

Built in the 1970s by a non-profit organization operated by the Shah of Iran - and financed with a Bank Melli loan - the building was expropriated by the new Iranian government after the 1979 revolution, prosecutors allege.

The U.S. Treasury Department has instituted tight sanctions against Iran, blacklisting a number of Iranian companies and organizations and putting very tight controls on the ability of any group or business to transfer funds into Iran.

The restrictions seek to pressure Tehran into giving up what the West claims is a program to develop nuclear weapons, a charge Iran denies.


More

Kristenisme Dalam Dunia Politik

Kristenisme saat ini sudah menjadi aliran politik. Politik kristenisme banyak dipraktekkan oleh partai-partai politik di Amerika Serikat, khususnya oleh kalangan Partai Republik.

Lihat pengertiannya di sini.

This morning a friend sent me a definition of Christianist from The Urban Dictionary

Christianist*

1. Christianist
One who claims to be a follower of Christ and His teachings but who actively engages in acts and deeds that are contrary to His teachings.
A pastor who calls for the murder of someone whose political beliefs are disagreeable to him (or her) is a Christianist, not a Christian.

2. Christianist
A member, or members of the Christian religion that uses it as a negative weapon against a person, or an entire group of people.
An anti-gay Christianist group, NOM, believes they're protecting marriage by banning gay marriage.

3. Christianist
A member of the Christian faith who seeks to use a religion of peace and tolerance for political and personal gain.
Pat Robertson and his band of Christianists are doing everything they can to keep the Republicans in power.
*Definitions from the Urban Dictionary


Perhaps Rep.Akin fits this definition. This sort of thinking escapes the NTS category. While I struggle with the distinction, I find I must believe that there is a difference between Christians and Christianists.

Hindu: Agama Diharapkan Menuntun Kehidupan Politik

Di dalam bangun kerangka kehidupan manusia, paling tidak ada dua instrumen utama, menjadi sumber enersi dan jalan manusia, untuk menjadi tumpuan perjungannya. Baik perjuangan tujuan hidup perseorangan, kelompok, komunitas, lembaga dan organisasi massa, maupun lainnya. Konsep kesejahteraan lahir bathin di dalam agama Hindu disebutkan dengan idiom, ‘’Moksartam Jagaddhita’. Ini dimaksudkan sebagai tujuan utama kehidupan, baik menyangkut rohani maupun jasmani yang berdasarkan dharma.

Agama dan politik berpengaruh, apabila disadari dan diperankan dengan sadar, disiplin dijalankan olah manusia tersebut. Seperti kesejahtraan rohani membawa kesejukan hati, yang menyebar ke dalam masyarakat, sehingga akan mendorong suasana kedamaian. Dalam suasana damai, kesejahteraan materi menjadi lebih mudah terpenuhi.

Rasa damai membuat orang bekerja dan berusaha dengan nyaman. Mendorong terwujudnya kesejahtraan materi semakin meluas dan berkwalitas. Suasana ini bukan mustahil mendorong dan lebih mendekatkan pada terwujudnya, moksartam jagaddhitam.

Sumber

Pendeta Jadi Caleg: Politik Agama dan Kristenisme PKS

Rabu, 22 Mei 2013

Pendeta Jadi Caleg PKS

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendaftarkan pendeta sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2014. Partai itu juga mencalonkan beberapa orang non-Muslim di Indonesia timur.

Sekretaris Jenderal PKS Taufik Ridho mengatakan, caleg pendeta ada di Sulawesi. Tercatat pendeta yang menjadi caleg PKS berada di Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan sebagian Sulawesi Selatan. "Kebutuhan daerah pemilihan sana memang seperti itu," ujarnya, Senin (22/4/2013), di Jakarta.

Para pendeta itu menjadi caleg untuk DPRD provinsi atau kabupaten/kota setempat. Belum ada pendeta menjadi caleg PKS untuk DPR.

Namun, di Papua ada caleg non-Muslim untuk DPR. "Ada satu atau dua orang untuk dapil Papua dan Papua Barat," ujarnya.

PKS mengusung 487 caleg untuk DPR dalam Pemilu 2014. Hampir semua anggota fraksi PKS saat ini dicalonkan lagi.

More

Politik Agama Parpol Indonesia

Rabu, 10 April 2013

Akbar Tandjung: Parpol Perlu Sayap Organisasi Islam

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung berpendapat organisasi Islam diperlukan setiap partai politik. Salah satu alasannya, karena di Indonesia mayoritas penduduknya beragama Islam.

"Dalam perspektif politik, partai politik memerlukan organisasi sayap khususnya beragama Islam," kata Akbar dalam sambutannya pada acara Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) di Jalan Pancoran Timur, Jakarta Selatan, Senin 29/3/2013).

Sejumlah tokoh menghadiri acara ini seperti Din Syamsuddin, Jusuf Kalla, Hasyim Muzadi, Yudi Latief, Adang Ruchiyatna, dan beberapa tokoh dari KAHMI dan ormas lainnya.

Akbar menyebtukan salah satu alasan parpol memerlukan orgnaisasi sayap Islam karena mayoritas masyarakat Indonesia beragama Islam. Sehingga dibutuhkan organisasi sayap yang dapat mengakomodir umat Islam dan kegiatan-kegiatan religi dalam partai.

"Untuk memiliki basis politik di Indonesia yang mayoritas agama Islam, parpol membutuhkan organisasi Islam," ujar pembina partai berlambang beringin ini.

Namun, ia mengingatkan tujuan utama dari organisasi tersebut bukan untuk politik. Sehingga kegiatan keagamaan tetap diutamakan.

Dia melanjutkan dampak positif lain dari hadirnya organisasi Islam sebagai organisasi sayap partai untuk menggabungkan nasionalisme dan religius dalam satu wadah.

"Dengan adanya organisasi religi dalam suatu partai politik, maka bertemulah aliran Islam dan nasional. Kalau bersatu, Indonesia akan kuat secara politik dan dukungan sosial,"

Ia mengisahkan bahwa ditahun 1950 terdapat dikotomi pada partai politik. Seorang beragama Islam harus masuk partai Islam. Hal ini dipandangnya sebagai sebuah dikotomi pembedaan antara nasionalis dan agama. Untunglah pada masa Orde Baru, perlahan dikotomi itu mulai menghilang.

"Islam, agama dan politik adalah satu bagian dalam konteks mendapatkan kekuasaan atau jabatan politik," imbuh Akbar.

Bamusi: Politik Agama dan Islamisme PDIP

Jumat, 21 September 2007

Baitul Muslimin berarti rumah bagi kaum muslim. Lembaga inilah yang dibentuk Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan PDIP sebagai sayap barunya. Tentu menarik, karena selama ini PDIP dianggap sebagai partai nasionalis yang abangan.

Tapi, dari logo lembaga ini, ada pihak yang mengkritisinya: mengapa logo masjidnya tanpa bulan bintang? Nama lengkap lembaga yang baru dideklarasikan oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati, Kamis (29/3/2007), adalah Baitul Muslimin Indonesia (BMI). Lembaga ini dipimpin Prof Hamka Haq. Kesan pertama terhadap lembaga ini begitu menggoda. Apalagi logonya. Logo lembaga ini adalah dua atap masjid warna hijau dengan latar berwarna merah.

Ada tulisan 'Baitul Muslimin Indonesia' melingkari lambang ini. Tapi, mengapa kok atap masjidnya berbentuk segitiga dan tanpa gambar bulan bintang? Bangunan masjid di Indonesia sudah terbiasa dengan kubah atau atap berbentuk dome. Selain itu, di atas kubah juga biasanya terdapat tiang yang di puncaknya terdapat gambar bintang dan bulan. Ketika menggelar jumpa pers seusai deklarasi BMI di kantor DPP PDIP, Jl. Lenteng Agung, Jakarta, Sekjen DPP PDIP Pramono Anung sempat ditanya mengenai hal ini. "Mengapa kubah masjid bentuknya seperti gereja dan tidak ada bulan bintang?" tanya seorang wartawan.

"Ini adalah kubah masjid yang dibuat Bung Karno. Kubah masjid ini memang khas di Bengkulu," kata Pramono meyakinkan. Menurut Pramono, bentuk logo, termasuk bentuk kubah masjid dan warnanya sudah dibahas dalam rapat. "Ibu Mega sendiri yang mengusulkan warna dan bentuk lambangnya," jelas Pramono. Tentang kombinasi warna hijau dan merah, Pramono menjelaskan bahwa itu sebagai lambang menyatunya nasionalis relijius. "Jadi sekarang tidak ada dikotomi di antara keduanya.

Dengan demikian, kita bisa bersama-sama untuk membangun bangsa," jelas dia. Sementara itu, Ketua Umum BMI Hamka Haq menjelaskan bahwa bentuk atap masjid seperti itu adalah masjid yang berjiwa lokal. "Bentuk atap masjid seperti ini cocok di Indonesia, karena curah hujan tinggi, sehingga kalau ada hujan, langsung bisa turun ke sana. Ini berbeda dengan masjid-masjid di tempat lain," kata dia.

Sumber
 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. The Politics of Religion - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger