Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Mempolitikkan Agama

Politik agama sama-sama menguntungkan yang menyerang dan yang diserang dan sama-sama merugi juga. Politik agama bisa dimulai dari korban yang memancing serangan, agar dapat diuntungkan. Atau dimulai dari penyerang untuk merugikan korban. Cara yang pertama yang sulit dilihat. Semua Negara, Ideologi dan Parpol Mempolitikkan Agama... Baca Di Sini

Islamisme Jepang: Bantuan Dubes Jepang Buat Pondok Pesantren

Jumat, 20 September 2013

Mewujudkan masyarakat Kalimantan Barat yang berilmu dan berakhlak mulia merupakan harapan tanggung jawab bersama, oleh karena itu setiap warga Negara berkewajiban untuk meningkatkan kualitas pendidikan baik secara individu maupun kelompaok, pendidikan jasmani (ilmu umum) maulpun rohani (Ilmu Agama).

Berbagai upaya mesti kita laksanakan, sebagaimana hal ini telah dilaksanakan oleh Yayasan Sengkubang Darussalam, Desa Sengkubang,Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Selain mengelola Pondok Pesantren Lembaga ini juga mendirikan Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah yang jumlah siswanya saat ini berjumlah 632 orang, Madrasah ini didirikan sebagai sarana pendidikan formal untuk menyelenggarakan proses pendidikan dimaksud.

Untuk menunjang proses pendidikan yang berkualitas maka pihak yayasan berusaha berkerjasama dengan lembaga terkait seperti Diknas setempat dan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat Bidang Pendidikan Madrasah dan Pendidikan Agama dan Agama Islam. Tidak hanya itu, lembaga ini juga menjalin hubungan dengan pemerintah luar negeri seperti Jepang, Arab Saudi dan beberapa negara tetangga lainnya.

Sehingga ada bulan maret 2012 Pihak Yayasan Sengkubang Darussalam menanda tangani Kerjasama Proyek Pembangunan Ruang Laboratorium dan Pengadaan Peralatan Pelajaran IPA yang merupakan Proyek bantuan hibah grassroots senilai USD 102.015. antara pemerintah Jepang dengan Yayasan Sengkubang Darussalam. Pada hari rabu, 6 Februari 2013 dilaksanakan upacara serah terima laboratorium IPA Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah Darussalam yang dibangun dengan bantuan hibah grassroots dengan nama “Proyek Pembangunan Ruang Laboratorium dan Pengadaan Peralatan Pelajaran IPA” .

Acara serah terima ini dihadiri oleh Bapak atsushi SAITO, Counselor Kedutaan Jepang di Indonesia, yang mewakili pihak Jepang dam mewakilimpihak Indonesia Bupati Pontianak Bapak Ria Norsan; Direktur Yayasan Sengkubang Darusslam, Bapak Abdullah Alie; Sekretaris Yayasan Sengkubang Darusslam, Bapak Yusdiansyah Yunus dan lain-lain.

Menurut Kepala Biro Kessos Setda Prov. Kalbar Drs. Sutanto Tri Nugroho mengatakan “Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan lingkungan pendidikan IPA di Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah Darussalam yang belum memiliki fasilitas pendidikan yang cukup dibidang IPA dengan menyelenggarakan pembangunan ruangan laboratorium dan pengadan peralatan laboratorium”.

Dari Pihak Yayasan Bapak Abdullah Alie menjelaskan “Melalui proyek ini diharapkan 632 murid beserta guru mata pelajaran IPA Madrasah Aliyah dan Tsanawiyah Darussalam mendapatkan lingkungan pendidikan IPA yang lebih baik sehingga akan meningkatkan mutu pendidikan IPA yang lebih baik”.

Adapun Kegiatan Pokok darimproyek ini adalah pertama, Pembangunan Laboratorium IPA (Fisika, Biologi Kiamia (luas:270 m)); Kedua, Pengadaan Peralatan laboratorium (Mikroskop Beserta peralatan lainnya total 376 buah). Usai Acara serah terima proyekini ini Kedutaan Jepang di Indonesia, yang mewakili pihak Jepang Bapak atsushi SAITO, bersama rombongan berkunjung ke Pendopo Gubernur Kalimantan Barat untuk berbtemu dengan gubernur Kalbar. Hadir dalam acara tersebut Ka.Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat, H.M Husain D Mahmud, Biro Kessos Setda Prov. Kalbar Drs. Sutanto Tri Nugroho, Kabag Agama Biro Kessos Drs Odang Prasetyo, M.Si dan beberapa pejabat daerah lainnya.

Dalam pertemuan tersebut Gubernur Kalbar mengusulkan kerjasama Infrastruktur berupa Jembatan penghubung antara Kabupaten Pontianak (Desa Wajok) dengan Kabupaten Kubu Raya (Desa Sungai rengas) dan infrastruktur lainnya.

Sumber

Islamisme Jepang: Dubes Jepang Sebut Pesantren Simbol Peradaban Islam

Dubes Jepang: Pesantren Simbol Peradaban Islam

Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Kojiro Shiojiri menyatakan, lembaga pendidikan pondok pesantren (Ponpes) yang banyak bertebaran di berbagai pelosok Indonesia, merupakan simbol peradaban Islam.

"Keberadaan lembaga pendidikan khas Nusantara ini, sangat membantu pencerdasan kehidupan bangsa Indonesia," katanya sebagaimana disampaikan juru bicara yang juga asisten khusus Astushi Sano, saat mengunjungi Ponpes "Fathan Mubina" di Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu.

Dubes Jepang iu mengunjungi Ponpes yang berada di kaki Gunung Pangrango tersebut sebagai rangkaian kunjungan ke berbagai Ponpes di Indonesia.

Di Ponpes itu, ia menyampaikan ceramah dengan topik "Hubungan Indonesia dan Jepang".

Sebelumnya Dubes Jepang juga telah mengunjungi Ponpes Sunanul Huda (Sukabumi), Pesantren Buntet (Cirebon), Pesantren Darun Najah Ulujami (Jakarta), dan Perguruan Al-Azhar (Jakarta).

Lebih lanjut Atsushi Sano mengutarakan, kunjungan pihak Kedubes Jepang ke Ponpes sebagai upaya nyata dalam membangun saling pengertian dan menghargai antarberbagai peradaban dunia.

Salah satu pertimbangannya, selama ini muncul stereotip di dunia Barat yang mengaitkan Islam dengan stigma negatif, seperti terorisme dan radikalisme.

"Selama ini dunia Barat selalu mengaitkan Islam dengan terorisme, terutama pasca terjadinya aksi WTC 2002. Hal ini mendorong kami melakukan sesuatu, guna membangun dialog antara Islam dan Barat," katanya.

Karena itu, sejak 2003 silam, Kedubes Jepang di Indonesia, telah melakukan berbagai program guna membangun dialog peradaban dan menjembatani komunikasi antara Barat dan Islam.

Sejumlah program yang telah digagas antara lain pengiriman tokoh-tokoh muda Islam Indonesia untuk belajar ke Jepang.

Selain itu, lanjutnya, pada saat bersamaan Jepang juga melihat dari dekat kehidupan umat Islam di Indonesia yang notabene sebagai komponen terbesar umat Islam di dunia.

"Kami sudah mengunjungi berbagai pesantren di Indonesia. Kami lihat kurikulum di pesantren sangat baik. Selain itu, kehidupan sosial di pesantren juga sangat baik. Jadi tidak benar, bila aksi terorisme terkait pesantren," katanya.

Rangkaian kunjungan Dubes Jepang ke Ponpes "Fathan Mubina", selain diisi dengan ceramah dan dialog, juga diperkenalkan berbagai kebudayaan Jepang yang digelar selama sehari penuh.

Budaya itu antara lain peragaan baju tradisional khas Jepang "Yukata", baju tradisi musim dingin Jepang, "Oso gatsu", demo "origami| hingga pemutaran VCD perjalanan sejarah bangsa Jepang.

Sementara itu, pengasuh Ponpes "Fathan Mubina" KH Charuman Kamal menambahkan, kunjungan Dubes Jepang sebagai kunjungan balasan yang dilakukan pihak pesantren ini.

Beberapa waktu lalu, pesantren ini turut mengirimkan duta dalam program pelatihan manajemen bagi guru-guru pesantren di Indonesia yang diadakan di negeri "Sakura" tersebut.

"Kegiatan ini sebagai `follow up` kerja sama Jepang dengan komunitas pesantren di Indonesia. Melalui misi ini kami ingin menyampaikan pesan bahwa Islam merupakan agama yang ramah, agama rahmatan lil`alamien," katanya.

Menurut Kamal, pesantren yang dipimpinnya mengelola pendidikan dasar dan menengah dengan jumlah siswa mencapai ratusan orang.

Yayasan pesantren ini berdiri sejak tahun 1986. Namun untuk pendidikan pesantren (berasrama) baru digelar sejak 2004.

More

Semua Parpol, Negara dan Ideologi Mempolitikkan Agama

Sejarah menuliskan, hampir semua partai politik, negara dan ideologi di dunia ini mempolitikkan agama. Setiap entitas itu mempunyai penapsiran sendiri mengenai mengenai agama dan pemeluknya yang mereka perjuangkan. Rata-rata mengaku ingin mendukung kelompok moderat dari sebuah agama. Walaupun agama yang dianut di sebuh negara itu sudah berlaku moderat.

Mereka menafsirkan makna moderat melalui pemahaman mereka sendiri. Sehingga banyak yang terjebak dengan radikalismenya sendiri. Sesuatu yang dapat dilihat sebagai radikalisme kaum moderat. Walaupun istilah itu tidak selalu benar.


 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. The Politics of Religion - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger